Go Celebes

Info Lengkap Tempat Wisata di Pulau Sulawesi Indonesia

Anggrek Serat

anggrek serat

Apakah Anda (yang berwarga Negara Indonesia) masih ingat dengan perangko yang satu ini? Bagi Anda yang belum tahu, perangko ini sempat beredar di bumi Nusantara sekitar tahun 1997-an dan menjadi salah satu koleksi perangko di Indonesia. Cetakan seri Anggrek yang diproduksi oleh filateli Pos Indonesia ini mencoba mengabadikan salah satu flora yang sekarang sangat jarang ditemui, baik perangko itu sendiri, maupun tumbuhan asli yang ada dalam gambar perangko ini.

perangko puspa tahun 1997 anggrek seratAdalah Diplocaulobium utile, atau yang biasa dikenal dengan nama Anggrek Serat, yang sempat menjadi maskot Provinsi Sulawesi Tenggara, saat ini telah menjadi salah satu jenis flora yang keberadaannya dilindungi karena terancam kepunahan. Bahkan tumbuhan ini tidak lagi menjadi keluarga di hutan konservasi Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Sulawesi Tenggara, yang merupakan “rumah” dari tumbuhan ini. Ya,  Anggrek Serat yang masyarakat setempat menamainya dengan sebutan anomi, anemi atau  alemi adalah tumbuhan asli atau endemik dari daerah Sulawesi Tenggara.

Keberadaan Anggrek Serat pada saat itu cukup bermanfaat bagi masyarakat setempat. Karena juga mudah dijumpai di hutan-hutan, masyarakat memanfaatkan serat yang tersimpan dalam umbi-nya sebagai bahan untuk membuat kerajinan tangan yang bisa digunakan dalam kehidupan keseharian, sebagai contoh keranjang serbaguna dan tas serbaguna. Bahkan menurut cerita jaman dahulu, Anggrek Serat atau oleh masyarakat setempat disebut Anggrek Sorume memiliki prestis yang tinggi dan hanya boleh dimiliki atau dikhususkan untuk kaum raja-raja.

Sampai beberapa waktu lalu, kegunaan anggrek ini masih dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, disamping untuk perabot sehari-hari, kerajinan dari serat Anggrek Sorume ternyata memiiki nilai estetis yang tinggi. Umbi semu-nya menghasilkan anyaman yang berwarna keemasan dan mengkilat serta memiliki tekstur yang halus. Oleh karena itu hasil karyanya juga memiliki nilai jual yang tinggi. Selain hasil olahan dari seratnya, Anggrek Serat juga laku diperjual–belikan dalam bentuk utuhnya, yaitu tanaman hias. Bentuk kelopaknya dan rajutan akarnya yang unik menjadikan ciri khas dan layak untuk dijadikan salah satu koleksi dari jajaran anggrek – anggrek lainnya.

Akan tetapi, oleh karena eksploitasi yang berlebihan tersebut serta masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan anggrek jenis ini, jumlah Anggrek Serat berkurang drastis dan menjadi sangat jarang ditemukan. Anggrek Serat berada diambang kepunahan. Disamping faktor-faktor tersebut, Anggrek Serat adalah tanaman anggrek yang tidak berumur panjang, juga dugaan menurut beberapa pengamat anggrek yang menyatakan bahwa Anggrek Serat tidak bisa bertahan dan hidup diluar habitat aslinya, paling tidak untuk iklim dan kondisi alam terutama pada jaman sekarang.

Penebangan kayu besar-besaran dan pembukaan hutan, serta semakin berkembangnya populasi masyarakat membuat keadaan alam Sulawesi tidak lagi terjaga keasriannya. Belum lagi penambangan mineral alam seperti nikel, tembaga, emas dan besi, yang memaksa hijaunya hutan beralih menjadi gersang dan panas. Habitat asli beberapa flora dan fauna Sulawesi berubah drastis. Hasilnya, flora dan fauna endemik alam di wilayah inipun terancam punah, termasuk didalamnya Anggrek Serat, dan saat ini hanya bisa dinikmati kenindahannya dari gambar dalam perangko diatas.

Di habitat aslinya, Diplocaulobium utile tergolong jenis tumbuhan epifit yang menempel pada inang, biasanya pada batang pohon terutama pohon yang sudah tua atau lapuk. Anggrek Serat dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada ketinggian sampai kira – kira 150 mdpl. Wilayah persebarannya mulai dari Sulawesi Indonesia, kearah timur sampai ke Irian.

Akan tetapi, masih ada sedikit harapan ditengah-tengah kehimpitan. Berdasarkan riset para ahli yang meneliti morfologi dan anatominya, Anggrek Serat kemungkinan masih bisa ditemukan di belantara Hutan Lindung Silikeri, Pegunungan Mekongga, yang terletak di desa Ulu Mowewe, di kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Akankah para peneliti botani serta pecinta anggrek mampu merajut masa depan bagi Anggrek Serat ini?

Bagaimana dengan Anda?

Indeks istilah umum: http://www.gocelebes.com/anggrek-serat/, ciri-ciri anggrek serat, karakteristik flora anggrek serat, manfaat tanaman anggrek serat, CONTOH ANGGREK SERAT.

 

Anda memiliki pertanyaan atau info tambahan mengenai topik di atas? Bagikan di sini...

Beri Tanggapan

Gabung bersama kami!

Wisata Pulau Sulawesi

Belum pernah ke pulau Sulawesi? Beberapa artikel di bawah mungkin bisa membantu Anda.

Seputar Sulawesi Indonesia

sulawesi indonesia Selamat datang di GoCelebes.com! Sebuah website yang menyajikan petunjuk lengkap mengenai pariwisata di pulau Sulawesi Indonesia, dari info tempat wisata seperti di Bunaken, Makassar, dan Manado, hingga budaya Bugis dan Toraja. Sulawesi adalah pulau terbesar ke-11 di dunia yang berada di tengah Kepulauan Maluku dan Pulau Kalimantan.

Baca Selengkapnya ››